[ad_1]
“Perekonomian dan bisnis, ketika berorientasi pada kebaikan bersama, dapat dan harus menjadi mesin masa depan, inklusi dan keadilan,” tulis Paus Leo XIV. Pesan tersebut ditujukan kepada para peserta Konferensi Industri Argentina ke-31, yang diadakan di Buenos Aires pada tanggal 13 November 2025. Paus mengikuti jejak Leo XIII, yang pada tahun 1891 meletakkan dasar bagi doktrin sosial Gereja dengan ensikliknya Hal-hal baru.
Paus, yang memilih nama Leo mengacu pada pendahulunya, mengenang bahwa dalam ensiklik ini, Leo XIII “mengecam kondisi tidak adil yang dialami banyak pekerja” dan “juga menekankan hak atas upah yang adil, untuk membentuk serikat pekerja, dan untuk hidup bermartabat.”
“Ajaran-ajaran ini, yang lahir di masa perubahan industri yang besar, ternyata tetap relevan di dunia global yang kita tinggali, di mana martabat pekerja terus dilanggar,” tegas Leo XIV dalam pesan yang ditujukan kepada wirausahawan di negara yang ditandai dengan kesenjangan yang mendalam.
“Perekonomian bukanlah tujuan akhir, namun merupakan aspek penting, meskipun hanya sebagian, dari tatanan sosial di mana rencana kasih Tuhan bagi setiap umat manusia terungkap,” kata Paus. Dari perspektif ini, keberhasilan suatu bisnis tidak hanya diukur dari segi ekonomi, “tetapi juga dari segi kapasitasnya untuk menghasilkan pembangunan manusia, kohesi sosial, dan kepedulian terhadap ciptaan,” tegas Leo XIV.
Enrique Shaw, seorang pengusaha Francophile Argentina
Dalam pesannya ini, Leo XIV panjang lebar menyoroti contoh Enrique Shaw (1921-1962). Pengusaha asal Argentina kelahiran Paris ini tengah dalam proses beatifikasi. Dia berpindah agama pada tahun 1939 setelah membaca buku karya Kardinal Emmanuel Suhard, seorang pendukung gerakan “imam-pekerja”.
Shaw sangat terinspirasi oleh sosial Katolik yang merasuki pengusaha Katolik tertentu di Prancis. Sebagai Uskup Agung Buenos Aires dan kemudian sebagai Paus, Paus Fransiskus secara aktif mendukung tujuan beatifikasinya.

Leo XIV menampilkannya sebagai “pengusaha yang memahami bahwa industri bukan sekadar roda produktif atau sarana mengumpulkan modal, namun merupakan komunitas sejati yang terdiri dari orang-orang yang terpanggil untuk tumbuh bersama.”
“Di dalam dirinya, iman dan manajemen bisnis bersatu secara harmonis, menunjukkan bahwa Doktrin Sosial bukanlah sebuah teori abstrak atau utopia yang tidak mungkin tercapai, namun sebuah jalan yang memungkinkan untuk mengubah kehidupan masyarakat dan institusi dengan menempatkan Kristus sebagai pusat dari semua aktivitas manusia,” jelas Leo XIV.
Paus mengenang bahwa pengusaha ini, yang dipenjarakan oleh rezim Juan Peron, “juga mengalami kesalahpahaman dan penganiayaan yang dinubuatkan oleh Kristus bagi mereka yang bekerja demi keadilan.”
Enrique Shaw kemudian terserang kanker, didiagnosis pada usia 36 tahun, yang menyebabkan rawat inap yang lama.
Anda bisa menjadi pengusaha sekaligus orang suci
Bagi Paus Leo XIV, kehidupan industrialis Argentina ini “menunjukkan bahwa seseorang bisa menjadi pengusaha sekaligus orang suci.” Oleh karena itu, Paus Fransiskus menyerukan “sebuah industri yang inovatif, kompetitif dan, yang terpenting, manusiawi, yang mampu mendukung pembangunan masyarakat kita tanpa meninggalkan siapa pun.”
Argentina, yang belum pernah dikunjungi Paus Fransiskus selama 12 tahun menjabat sebagai Paus, bisa menjadi salah satu tujuan Leo XIV jika ia berwisata ke Amerika Latin. Jadwal tur ini akan bergantung pada stabilisasi politik di Peru karena Paus adalah warga negara Peru. Namun Presiden Dina Boluarte digulingkan pada 10 Oktober.




[ad_2]
ikuti contoh pengusaha terhormat Argentina